Firman Gustomi (4KA08)
Pengertian Audit
Auditing atau audit adalah sebuah
pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan juga sistematis. Dimana
pihak yang melakukan bersifat independen terhadap laporan keuangan yang
telah disusun oleh manajemen serta catatan-catatan pembukuan dan bukti
pendukung. Tujuannya agar bisa menunjukan pendapat mengenai kewajaran
laporan keuangan.
Menurut ASOBAC atau A Statement of Basic
Auditing Concepts, Auditing adalah suatu proses sistematik untuk
menghimpun dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi
tentang berbagai tindakan atau kejaidan ekonomi untuk menentukan tingkat
kesesuaian antara asersi tersebut.
Ada beberapa hal yang dianggap penting dalam pengertian auditing yang harus dibahas lebih lanjut, diantaranya :
- Menghimpun dan mengevaluasi secara objektifSebagai seorang Audi anda harus menekankan objektifitas. Ketika
mengumpulkan bukti dan juga mengevaluasi, harus menjadi pihak yang
objektif dan juga netral, anda tidak boleh memihak pada siapapun dan
dimanapun. Auditor tidak dapat ditekan atau tidak boleh ditekan oleh
pihak manapun terkait audit. Dimana pekerjaan auditor dinilai
ke-objektifitan nya terhadap hasil pekerjaan orang lain.
- SistematisProses auditing berjalan maka haruslah terarah dan terstruktur, mereka
tidak bisa melakukannya secara acak. Selain itu, prosedur dalam auditing
memiliki tujuan yang jelas dan dilakukan dengan sistematis. Dengan
proses yang teratur mengandung makna bahwa auditing dilakukan dengan
perencanaan yang matang dan juga baik, selain itu jelas arahan yang
dilakukan dan tujuannya.
- Menentukan StandarMenentukan standar atau tingkat kesesuaian sangatlah penting, dimana
mereka bisa menentukan standar sebelum membandingkan dengan asersi atau
informasi yang terkandung daam sebuah laporan manajemen atau laporan
keuangan. Tentunya standar ini sudah mendapat kesepakatan sebelumnya,
sehingga semua auditor mendapatkan standar yang sama untuk perbandingan
ketika bekerja. Selain itu audit juga membandingkan antara output atau
outcomes dari sebuah perusahaan dengan input atau antara biaya dan
manfaat bisa juga antara anggrana dan juga relisasi.
- Kriteria yang DitentukanKriteria yang ditentukan dapat berupa sistem atau prosedur yang
disepakati atau juga ditetapkan sebelumnya. Hal ini bisa ditentukan
berupa standar keuangan, aturan tetap, pagu anggaran maupun ukuran
kinerja manajemen tersebut. Kriteria yang ditentukan ini sama dengan
menentukan standar yang berguna untuk perbandingan.
- Menyampaikan Hasil-HasilnyaHasil audit bisa disampaikan dalam bentuk laporan tertulis, dengan
begitu anda bisa menjelaskan kriteria dan hal yang harus diperbaiki
dalam laporan. Selain penting, laporan ini bisa saja memperkuat atau
memperlemah kredibilitas asersi yang sudah dibuat. Dalam laporan
keuangan semua bisa memberikan dampak yang positif maupun negatif.
- Pemakai dan Kepentingannya Pemakai yang berkepentingan merupakan pengambil keputusan yang
menggunakan atau mengandalkan temuan yang diinformasikan melalui laporan
audit yang telah disampaikan. Para pemakai laporan biasanya meliputi
manajemen, pemerintah, investor, bank dan juga pemegang saham. Namun tak
menghindari bahwa masyarakat atau publik juga bisa menjadi pemakai yang
berkepentingannya.
Jenis Jenis Audit
Jenis audit menurut jenis pemeriksaanya, audit dapat dibedakan menjadi empat, antara lain :
- Audit laporan keuangan
Audit ini merupakan audit yang mencakup
penghimpunan dan pengevaluasian bukti laporan, dimana audit laporan
keuangan ini dilakukan oleh eksternal audit dan biasanya atas permintaan
klien. Mereka juga merupakan audit yang datang dari luar perusahaan.
- Audit operasional
Audit operasional adalah penelaah atas
bagian manapun mulai dari prosedur maupun metode operasi suatu
organisasi untuk meninjau bagaimana efisiensi dan keefektifitasan
pekerjaan mereka. Umumnya setelah selesai audit operasional, auditor
memberikan pengarahan dan juga saran kepada manajemen untuk memperbaiki
prosedur dan juga manajemen perusahaan.
- Audit ketaatan
Audit ketataan merupakan audit yang
bertujuan untuk mempertimbangkan apakah klien telah mengikuti prosedur
atau aturan tertentu yang telah ditetapkan oleh pihak yang memiliki
otoritas lebih tinggi. Audit ketaatan sebuah perusahaan dapat termasuk
menentukan apakah pelaku akuntansi telah mengikuti prosedur yang telah
ditetapkan oleh perusahaan.
- Audit kinerja
Audit kinerja merupakan audit yang
dilakukan pada instansi pemerintah untuk menentukan 3E atau biasa
disebut Ekonomis, Efektivitas dan Efisiensi. Audit kinerja juga
memperhatikan biaya serta manfaatnya, yang berarti suatu kegiatan tidak
hanya diharapkan dengan biaya murah tetapi juga diperhatikan manfaatnya
bagi masyarakat. Jika biaya murah tetapi tidak bermanfaat maka
kegiatan atau program dianggap berkinerja tidak baik.
Jenis audit menurut luas pemeriksaanya, audit dapat dibedakan menjadi empat, antara lain :
- Audit Umum
Selain poin diatas, jenis audit bisa
dibedakan menjadi dua yakni general audit yang umumnya dilakukan oleh
auditor independen. Dengan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai
kewajaran laporan keuangan secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan
berdasarkan standar professional Akuntan Publik dengan melihat dan
menggunakan patokan kode etik Akuntan Publik.
- Audit Khusus
Pemeriksaan khusus adalah suatu bentuk
audit yang dilakukan terbatas dan diminta oleh perusahaan tersebut
untuk lingkup khusus saja. Misalnya sebuah perusahaan menginginkan audit
pada divisi keuangan khusus untuk laporan pengeluaran kas perusahaan.
Standar Auditing
Standar auditing dilakukan dengan dua cara yakni cara :
Standar Umum
Standar Umum
- Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang bisa memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai seorang auditor dan bukan hanya akuntan .
- Dalam semua hal yang berhubungan dengan ikatan, seorang auditor harus bisa bersikap profesional dan juga harus bersikap objektif tanpa memihak dan juga tanpa ada kecurigaan kerja sama.
- Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan juga seksama.
- Pekerjaan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan jika menggunakan asisten maka harus disupervisi dengan semestinya.
- Ketika laporan auditor diserahkan harus memuat pernyataan yang menandakan atau berpendapat mengenai laporan keuangan secara kesuluruhan. jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat ditulis maka anda bisa menyatakannya.
- ketika ada penyusunan laporan yang tidak konsisten atau bermasalah, maka laporan auditor haruslah menunjukannya agar diperbaiki dan diperjelas.